Senin, 18 Juni 2012

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2012

Jakarta . Sudahkah kita melaksanakan misi pendidikan dengan baik? Sudahkah kita memberikan porsi dan bobot yang cukup dalam proses belajar mengajar untuk menanamkan kepada anak didik kita ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa? Sudahkah kita beri cukup waktu  untuk melatih mereka dalam hal kejujuran? Sudahkah cukup upaya kita untuk membiasakan mereka untuk selalu menyatukan kata dan perbuatan?

Demikian sejumlah pertanyaan yang dilontarkan Wakil Presiden Boediono saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional di Tennis Indoor Stadium, Gelora Senayan, Jakarta, 13 Juni 2012. Hadir bersama Wapres adalah Ibu Herawati Boediono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, Menteri Agama Suryadarma Ali, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malaranggeng, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, Wakil Menteri Pendidikan Kemdikbud Musliar Kasim, Wakil Menteri Kebudayaan Kemdikbud Wiendu Nuryanti.


Pada peringatan 202 ini, Wapres ingin mengajak semua pihak untuk bertanya dengan jujur pada diri masing-masing. Ini mengingat, mendidik anak-anak adalah membukakan pintu bagi anak-anak didik mengembangkan dirinya menjadi manusia yang utuh, sebagai manusia yang berbudi mulia, menjadi warga negara yang baik dan nantinya sebagai pemimpin-pemimpin bangsa yang baik.
“Mendidik bukan sekedar mengembangkan kemampuan nalar anak didik kita, tetapi sangat penting juga membangun karakternya. Pendidikan tidak hanya menyangkut membangun kemampuan “otak” anak didik kita, tapi juga menyangkut menumbuhkan kemampuan “hati” mereka,”kata Wapres.
Maka, lanjut Wapres, tepat rasanya untuk mempertanyakan sejauh ini apa yang telah kita lakukan pada anak-anak didik. Sudahkah kita melaksanakan pendidikan bagi anak-anak didik kita yang seimbang antara mendidik “otak” dan mendidik “hati” mereka? Sudahkah kita menyediakan waktu dan tenaga yang cukup untuk mengajarkan kepada mereka untuk mengasihi manusia lain?
Wapres juga mempertanyakan, apabila tujuan kita adalah menyiapkan anak-anak didik kita agar menjadi warga negara dan bahkan pemimpin yang baik, sudahkah kita memberikan alokasi waktu dan tenaga kita untuk membangkitkan kecintaan mereka kepada tanah air?
“Sudahkah kita mengajarkan kepada mereka apa hak-hak dan apa kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab seorang warga negara yang baik? Sudahkah kita mengajarkan kepada mereka untuk bersikap saling menghormati sesama warga negara meskipun mereka berbeda suku, agama dan latar belakang lain? Sudahkah kita tanamkan benih-benih semangat Bhinneka Tunggal Ika di dada mereka?“ 
Dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tema Hari Pendidikan Nasional 2012 ini adalah “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia.” Pada periode 2010 sampai 2035 Indonesia harus melakukan investasi besar-besaran dalam menyiapkan sumber daya sebagai upaya menyiapkan generasi 2045, yakni generasi 100 tahun Indonesia Merdeka.
“Karena itu kita harus menyiapkan akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan; mulai dari pendidikan anak usia dini, sampai ke perguruan tinggi. Salah satu target kita adalah pada 2020 semua anak Indonesia minimal lulus sekolah menengah,” kata Mendikbud.
Turut hadir dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional ini adalah Meutia Hatta anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan para tokoh pendidikan serta mantan menteri pendidikan seperti Wardiman Djojonegoro dan Syafii Ma’arif.  Peringatan dihadiri oleh para gubernur yang dinilai paling cepat menyalurkan dana Bantuan Operasi Sekolah.
Peringatan dibuka oleh tari dolanan anak “Merah Putih” oleh anak-anak dari Perguruan Taman Siswa, Yogyakarta, lalu diisi sejumlah pertunjukan kesenian, seperti Orchestra oleh SMK Perguruan Cikini, Paduan Suara Universitas Padjadjaran Bandung, tarian Gondang Batak oleh SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, pagelaran tari nusantara dari SMKN 1 Kasihan Bantul, tarian Pesona Sang Garuda oleh SMA SPI Batu, persembahan lagu oleh juara FLS2N 2011. Peringatan juga diisi dengan karya animasi siswa SMK Indonesia dan ditutup dengan pertunjukan tari Saman dari Gayo Luwes, dan pertunjukan operet oleh Teater Tanah Air..

Dalam kesempatan itu Wapres memberikan penghargaan kepada perwakilan siswa peraih medali emas internasional; siswa SMP-SMA-SMK peraih nilai Ujian Nasional tertinggi; tujuh Gubernur tercepat dalam penyaluran BOS Dikdas 2012 antara lain dari Jambi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau; 10 Mahasiswa Bidik Misi dengan IP Sempurna; guru muda berdedikasi di daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal yakni dari wilayah Aceh, Papua dan Papua Barat dan tiga media massa terbaik dalam meliput bidang pendidikan yakni Harian Kompas, Harian Republika dan Harian Seputar Indonesia. 

http://wapresri.go.id/index/preview/berita/2095 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar